Baiklah, inilah cerita pendek bergaya dracin yang kamu inginkan: **Aku Menatap Perang Berakhir, Tapi Hatiku Belum Berdamai** Kabut tipis menyelimuti Bukit Seribu Mimpi, sama seperti kabut yang menyelimuti hatiku. Di bawah kaki, terbentang reruntuhan medan perang. Panah patah, pedang berkarat, dan noda darah yang memudar adalah saksi bisu kegelapan yang baru saja berlalu. Kemenangan akhirnya diraih, namun ***KEHANCURAN*** yang ditinggalkan terlalu besar untuk dirayakan. Aku, Mei Lian, berdiri tegak di sini, bukan sebagai pahlawan perang, bukan pula sebagai ratu yang berjaya. Aku hanya seorang saksi. Seorang *pengkhianat* yang memilih diam. Dulu, aku adalah kekasih Pangeran Zhao, pewaris takhta yang gagah berani. Kami berjanji setia di bawah pohon sakura yang kini tinggal kenangan. Tapi kemudian, Lady Xue muncul, dengan senyumnya yang manis dan bisikannya yang mematikan. Pangeran Zhao terpesona. Janji kami dilupakan. Aku tahu kebenaran di balik senyum Lady Xue. Aku tahu ia adalah mata-mata dari Kerajaan Utara, memanfaatkan Pangeran Zhao untuk melemahkan pertahanan kami. Aku *bisa* membongkar kedoknya. Aku *bisa* mencegah perang. Tapi, aku memilih diam. Bukan karena aku lemah. Bukan karena aku takut. Aku menyimpan sebuah rahasia. Rahasia yang lebih besar dari pengkhianatan cinta. Rahasia yang, jika terungkap, akan menghancurkan seluruh kerajaan. Rahasia tentang *asal-usulku*. Setiap malam, aku memainkan guqin di balkon istana. Melodi *lirih* dan *penuh penyesalan* itu adalah jeritan hatiku yang terbungkam. Aku menatap bulan, memohon ampun pada dewa atas dosa-dosaku. Perang akhirnya berakhir. Lady Xue tewas dalam pertempuran, terhimpit oleh batu longsor yang entah bagaimana bisa terjadi tepat di tempat ia berdiri. Pangeran Zhao terluka parah, namun selamat. Ia menikahi putri dari kerajaan tetangga, menjalin aliansi yang *seharusnya* sudah tercipta sejak lama. Namun, ada sesuatu yang aneh. Selama perang, Pangeran Zhao selalu berhasil lolos dari maut. Seolah ada kekuatan gaib yang melindunginya. Dan setiap kali ia selamat, Lady Xue selalu ada di dekatnya, memberikan senyum kemenangan. Sekarang, aku menyadari *hubungan* mereka. Seiring berjalannya waktu, misteri ini semakin kuat. Aku mulai mencari petunjuk di perpustakaan kuno. Akhirnya, aku menemukannya. Gulungan lontar yang menjelaskan ritual *terlarang*: ritual pengorbanan untuk memanggil pelindung spiritual. Ritual itu membutuhkan darah keturunan *langsung* kerajaan. Dan di situlah letak kebenaran pahitnya. Lady Xue, ternyata, adalah keturunan cabang keluarga kerajaan yang lama terlupakan. Ia sengaja mendekati Pangeran Zhao untuk melindunginya, mengorbankan dirinya sendiri agar Pangeran bisa memenangkan perang. Ia bukan mata-mata. Ia adalah *perisai*. Aku diam bukan karena aku ingin membiarkan kejahatan menang. Aku diam karena aku tahu, jika aku membongkar rahasia ini, Pangeran Zhao akan menyadari siapa aku sebenarnya. Aku adalah keturunan *terakhir* dari dinasti penguasa sebelumnya, dinasti yang telah ia rampas. Jika Pangeran tahu, ia akan membunuhku. Balas dendamku bukan dengan pedang atau racun. Balas dendamku adalah dengan membiarkan takdir bekerja. Pangeran Zhao, dengan kekuasaannya yang didapat dengan darah dan pengorbanan, akan hidup dalam kebohongan. Ia akan memerintah di atas tahta yang seharusnya menjadi milikku. Ia akan *selalu* dibayangi oleh bayangan dinasti yang ia hancurkan. Aku menatap matahari terbenam, memerah seperti darah. Aku akan pergi dari sini. Aku akan menghilang, membawa rahasia ini bersamaku. Biarkan kerajaan ini tumbuh di atas fondasi yang rapuh. Biarkan mereka membangun kejayaan di atas air mata para pendahulu. Biarkan mereka berpikir bahwa mereka telah menang, padahal, sebenarnya, mereka telah kalah sejak lama. Dan mungkin, di kehidupan selanjutnya, aku akan menjadi sungai yang mengalir tak berkesudahan, menyaksikan semuanya dari kejauhan…
You Might Also Like: 0895403292432 Diskon Skincare Lokal

Post a Comment