Kisah Populer: Janji Yang Kupersembahkan Pada Angin

## Janji yang Kupersembahkan Pada Angin Hujan jatuh di atas makam batu, setiap tetesnya bagai air mata yang tak pernah kering. Kabut menyelimuti nisan dengan nama Li Wei, huruf-huruf yang terukir seakan berbisik dalam sunyi. Bayangan Li Wei sendiri berdiri di sana, *tidak sepenuhnya ada*, namun kehadirannya lebih nyata dari dinginnya batu nisan. Dulu, Li Wei adalah seorang pelukis. Tangannya lihai menari di atas kanvas, menciptakan dunia yang penuh warna dan emosi. Namun, kehidupannya terhenti mendadak, sebuah kecelakaan tragis yang menyisakan pertanyaan tanpa jawaban dan janji yang tak terucap. Sekarang, ia kembali, bukan sebagai manusia, melainkan sebagai roh yang terikat pada dunia fana. Dunia arwah adalah kesunyian abadi, hanya dipecah oleh bisikan angin dan memori yang bergentayangan. Namun, Li Wei memilih untuk kembali, meninggalkan ketenangan itu. Ada sesuatu yang *MENAHANNYA* di sini, sebuah beban yang terlalu berat untuk dipikul sendirian di alam baka. Ia mengembara di antara bayang-bayang, menelusuri lorong-lorong ingatan. Rumahnya yang dulu dipenuhi tawa dan warna, kini terasa asing dan hampa. Foto-foto dirinya bersama sang kekasih, Mei Lan, memandangnya dengan tatapan sendu. Mei Lan... gadis yang dicintainya lebih dari apapun. Ada rahasia yang tersimpan rapat di balik senyum Mei Lan. Sebuah rahasia yang Li Wei bawa bersamanya ke liang lahat. Ia tahu, sebelum ia pergi sepenuhnya, rahasia itu harus terungkap. Bukan demi dirinya, tetapi demi kedamaian Mei Lan. Awalnya, Li Wei merasa amarah membakar jiwanya. Ia ingin mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas kecelakaannya. Ia ingin MEMBALAS DENDAM. Namun, semakin lama ia berdiam di dunia manusia, semakin jelas baginya bahwa balas dendam tidak akan membawa apa-apa selain kesengsaraan. Ia melihat Mei Lan berjuang dengan kesedihan dan rasa bersalah. Ia melihat tatapan mata Mei Lan yang penuh kekhawatiran saat berinteraksi dengan teman-teman bisnisnya. Ia mendengar bisikan-bisikan tentang hutang dan ancaman. Li Wei menyadari, kecelakaannya bukanlah murni kecelakaan. Ada permainan kotor di baliknya, melibatkan bisnis ilegal dan pengkhianatan. Mei Lan tahu, dan itulah yang membuatnya ketakutan. Pada suatu malam yang berhujan, Li Wei menampakkan diri pada Mei Lan dalam mimpi. Ia tidak berbicara, hanya menunjukkan lukisan-lukisan yang ia ciptakan sebelum kematiannya. Lukisan-lukisan yang penuh dengan petunjuk tersembunyi. Mei Lan terbangun dengan air mata berlinang. Ia mengerti. Ia tahu apa yang harus ia lakukan. Dengan keberanian yang baru ditemukan, Mei Lan menyerahkan bukti-bukti yang ia kumpulkan kepada pihak berwajib. Para pelaku kejahatan tertangkap, dan kebenaran akhirnya terungkap. Hutang dilunasi, ancaman menghilang. Li Wei menyaksikan semuanya dari kejauhan. Hatinya terasa ringan. Bukan balas dendam yang ia cari, melainkan kedamaian bagi Mei Lan. Kedamaian yang akan membebaskannya dari beban masa lalu. Di saat fajar menyingsing, Li Wei berdiri di samping Mei Lan, yang tengah menatap matahari terbit. Angin berhembus lembut, membawa serta aroma bunga sakura. Bayangan Li Wei perlahan memudar, semakin tipis dan menghilang. *AKHIRNYA*... Roh itu baru saja tersenyum untuk terakhir kalinya...
You Might Also Like: Distributor Kosmetik Usaha Sampingan

OlderNewest

Post a Comment