Cinta yang Mengganti Nama Keluarga
Seratus tahun lalu, di bawah hamparan langit Nanjing yang berlumuran darah, Li Wei mengkhianati cinta sejatinya, Mei Lan. Demi kekuasaan dan nama keluarga Song yang terhormat, ia menikahi wanita lain, meninggalkan Mei Lan dengan hati remuk redam dan janji PEMBALASAN DENDAM yang terucap di antara isak tangis terakhirnya. Mei Lan kemudian bunuh diri di bawah pohon persik yang sedang bermekaran.
Seratus tahun kemudian, bunga persik itu kembali bermekaran. Dan di tengah riuhnya kota Shanghai modern, takdir memainkan simfoninya yang rumit.
Lin Xi, seorang desainer interior muda yang berbakat, merasakan debaran aneh setiap kali mendengar suara piano. Melodinya terasa familiar, seperti senandung dari mimpi yang tak pernah ia alami. Di sisi lain, Song Yi, pewaris tunggal keluarga Song yang kaya raya, merasa dihantui oleh mimpi-mimpi aneh tentang seorang wanita yang menangis di bawah pohon persik.
Pertemuan pertama mereka terjadi di sebuah galeri seni. Lin Xi sedang menatap lukisan pemandangan yang menggambarkan pohon persik di Nanjing, sementara Song Yi berdiri di belakangnya, terpaku pada lukisan yang sama.
"Pohon itu... terasa menyedihkan," bisik Lin Xi tanpa sadar.
Song Yi tersentak. "Kau... merasakan hal yang sama?"
Sejak saat itu, benang takdir mulai merajut kisah mereka. Mereka bertemu lagi dan lagi, seolah ada kekuatan tak terlihat yang menarik mereka bersama. Lin Xi merasa nyaman dan aman di dekat Song Yi, meski ia tak tahu mengapa. Sementara Song Yi merasakan kehangatan dan kelembutan Mei Lan dalam diri Lin Xi, sebuah perasaan yang membuatnya merasa bersalah dan bingung.
Mereka mulai menyelidiki sejarah keluarga Song. Di perpustakaan kuno keluarga Song, mereka menemukan catatan harian Li Wei. Di sana terungkap pengkhianatan Li Wei dan janji Mei Lan. Lin Xi, tanpa ia sadari, adalah reinkarnasi dari Mei Lan.
Kebenaran yang menyakitkan menghantam Lin Xi seperti gelombang tsunami. Air mata mengalir deras di pipinya. Dendam membara di dadanya, tetapi ia tahu, ia bukan lagi Mei Lan yang lemah.
Song Yi, yang sangat terpukul oleh dosa leluhurnya, bersujud di hadapan Lin Xi. "Aku... aku minta maaf atas nama keluarga Song. Biarkan aku menebus kesalahan ini."
Lin Xi mengangkat dagunya. "Penebusanmu bukan dengan penyesalan, Song Yi. Penebusanmu adalah dengan mengubah nama keluarga ini."
Lin Xi kemudian menggunakan pengaruh dan kekuatannya sebagai desainer interior terkenal untuk menghancurkan reputasi keluarga Song secara perlahan dan sistematis. Ia tidak menggunakan kekerasan atau amarah. Ia menggunakan keheningan dan pengampunan. Ia membiarkan kebenaran terungkap dengan sendirinya, membiarkan masyarakat menghakimi keluarga Song atas dosa masa lalu mereka.
Di puncak kesuksesannya, Lin Xi mendirikan sebuah yayasan amal bernama "Mei Lan", yang didedikasikan untuk membantu perempuan-perempuan yang tertindas. Ia mengubah warisan dendam menjadi warisan harapan.
Song Yi, yang menyaksikan kehancuran keluarganya, tidak melawan. Ia mengerti bahwa ini adalah hukuman yang pantas bagi mereka. Ia justru mendukung Lin Xi, diam-diam, dari balik layar.
Di hari ulang tahun Lin Xi, Song Yi memberinya hadiah: sebuah sertifikat perubahan nama keluarga. Keluarga Song resmi berganti nama menjadi keluarga Lin.
"Aku harap... ini bisa meringankan bebanmu," kata Song Yi dengan suara lirih.
Lin Xi menatap Song Yi dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia melihat penyesalan, kesedihan, dan harapan di mata Song Yi. Ia melihat Li Wei dan ia melihat pria yang berusaha menebus dosa leluhurnya.
"Mungkin... mungkin di kehidupan selanjutnya..." bisik Lin Xi, suaranya menghilang ditelan angin.
You Might Also Like: 0895403292432 Reseller Skincare
Post a Comment