Drama Abiss! Aku Tersenyum Di Hari Wisuda, Tapi Air Mataku Jatuh Tanpa Izin

Baiklah, ini dia kisah Dracin fantasi yang kamu minta: **Aku Tersenyum di Hari Wisuda, Tapi Air Mataku Jatuh Tanpa Izin** Lentera-lentera merah menyala *lembut* di permukaan Danau Bulan, memantulkan cahaya yang menari-nari di wajahku. Hari ini adalah hari wisudaku di Akademi Roh Agung, sebuah pencapaian yang seharusnya ku rayakan dengan tawa riang. Bibirku memang tersenyum, tapi air mata *membangkang*, jatuh tanpa izin membasahi pipi. Aku tidak mengerti. Kebahagiaan ini terasa begitu *hampa*. Di dunia manusia, aku hanyalah Lin Wei, seorang mahasiswi biasa yang meninggal karena kecelakaan misterius. Tapi di sini, di dunia roh yang indah sekaligus menakutkan ini, aku dikenal sebagai Bai Lian, sang pewaris garis keturunan *terlarang*. Bulan purnama memancarkan cahayanya yang *menyihir*. Konon, bulan di dunia ini mengingat nama-nama setiap roh yang pernah ada, setiap kisah yang pernah terjalin. Bulan tahu kebenaran yang disembunyikan. Aku bisa merasakannya. Bayangan-bayangan di dinding Akademi *berbisik*. Awalnya hanya gumaman tak jelas, tapi lama kelamaan aku bisa memahami kata-kata mereka. “Kematianmu hanyalah *awal*…” “Takdirmu telah ditulis…” “Jangan percaya siapapun…” Kata-kata itu membuatku merinding. Aku mencengkeram jubah wisudaku, kain sutra putih yang terasa dingin di kulitku. Akademi Roh Agung bukan hanya tempat belajar sihir; ia adalah pusaran rahasia, konspirasi, dan **KEKUATAN** yang tak terbayangkan. Aku bertemu dengannya. Pangeran Zhan, pewaris takhta Kerajaan Bayangan. Tatapannya teduh, senyumnya menenangkan. Ia memberiku bunga sakura yang mekar di tengah musim dingin, sebuah keajaiban yang hanya bisa dilakukannya. Aku jatuh cinta. *Atau begitulah yang kurasa*. Tapi kemudian, muncul Shen Yue. Seorang tetua Akademi yang memiliki aura *misterius* dan kekuatan yang luar biasa. Ia selalu menatapku dengan tatapan penuh perhatian, seolah ia tahu segala hal tentangku, bahkan sebelum aku lahir. Ia mengingatkanku akan masa laluku di dunia manusia, masa lalu yang seharusnya sudah *terhapus*. “Lin Wei,” bisiknya suatu malam, saat kami berada di bawah pohon *bercahaya* di taman Akademi. “Kematianmu di dunia manusia bukanlah kecelakaan. Kau dipilih. Kau adalah kunci untuk membuka gerbang antara dunia manusia dan dunia roh.” Kata-katanya seperti *petir* yang menyambar. Aku merasa dunia di sekelilingku berputar. Aku mengingat percikan-percikan ingatan yang selama ini terpendam: seorang pria misterius dengan tato naga di lengannya, mantra kuno yang diucapkan dalam bahasa yang tak ku kenal, sebuah pengorbanan yang harus dilakukan. Aku menatap Pangeran Zhan dan Shen Yue. Siapa yang mencintaiku? Siapa yang memanipulasi takdirku? Apakah cinta Pangeran Zhan tulus, ataukah ia hanya menginginkan kekuatanku? Apakah Shen Yue adalah penolongku, ataukah ia hanya ingin menjadikanku pion dalam permainannya? Kebenaran itu pahit, seperti racun yang *meresap* ke dalam jiwa. Pangeran Zhan adalah dalang di balik kematianku di dunia manusia. Ia membutuhkan darahku, keturunanku, untuk membuka gerbang yang terlarang. Shen Yue tahu segalanya sejak awal. Ia telah melindungiku, memanduku, mempersiapkanku untuk pertarungan yang akan datang. Tapi, ada harga yang harus dibayar. Cinta Shen Yue adalah *pengorbanan*. Di bawah cahaya bulan yang *pucat*, aku berdiri tegak. Air mataku berhenti mengalir. Aku tahu apa yang harus ku lakukan. Aku harus memilih. Aku harus menghentikan Pangeran Zhan. Aku harus menyelamatkan dunia roh dan dunia manusia. Aku harus menerima takdirku. Dan saat aku melangkah maju, mengucapkan mantra kuno yang terukir di dalam jiwaku, aku tahu: *Api takdir akan membakar segalanya, kecuali kebenaran yang terukir dalam hati.*
You Might Also Like: Skincare Viral Di Tiktok Bisa Dibeli Di

OlderNewest

Post a Comment