Ini Baru Cerita! Aku Mencintaimu Dengan Luka, Dan Luka Itu Jadi Jembatan Menuju Kekekalan

Baiklah, ini dia kisah dracin dengan nuansa takdir yang kamu inginkan: **Aku Mencintaimu dengan Luka, dan Luka Itu Jadi Jembatan Menuju Kekekalan** (Scene pembuka: Hujan bunga persik di sebuah paviliun kuno. Seorang wanita, LIAN, memegang suling giok yang retak. Angin berhembus membawa melodi sendu.) Seratus tahun telah berlalu sejak janji itu terucap di bawah rembulan berdarah. Seratus tahun sejak dosa itu menodai hati dua insan yang terikat takdir. Aku, Lian, menanggung beban itu. (Transisi ke masa kini: seorang pemuda, WEI, berdiri di tengah keramaian kota Shanghai. Ia merasa ada yang kurang, ada melodi yang hilang.) Setiap kali musim semi tiba, aroma bunga persik membuat hatiku berdenyut aneh. Seolah ada kenangan yang terkubur dalam, berteriak *ingin* keluar. Aku Wei, dan aku tidak tahu mengapa hidupku terasa seperti fragmen mimpi yang belum selesai. (Lian dan Wei bertemu di sebuah pameran lukisan. Mata mereka terkunci. *DE JAVU*. ) "Kamu...siapa kamu?" bisik Lian, suaranya bergetar. Wei terdiam. Ia merasa familiar dengan tatapan itu, tatapan penuh kesedihan yang teramat dalam. "Aku...Wei. Aku tidak tahu mengapa, tapi aku merasa mengenalmu sejak *dulu*." (Pertemuan-pertemuan selanjutnya. Flashback pendek-pendek: Lian dan seorang pria di masa lalu, bersumpah setia di bawah pohon persik, lalu adegan pengkhianatan dan pertumpahan darah.) Lian, seorang putri yang dijebak atas pengkhianatan. Wei, seorang jenderal setia yang gagal melindunginya. Sebuah intrik istana yang berujung pada kematian tragis dan sumpah reinkarnasi. "Dulu... kita saling mencintai," kata Lian suatu malam, di bawah cahaya bulan purnama. Air matanya mengalir. "Tapi ada dosa yang memisahkan kita," timpal Wei. Ingatannya perlahan kembali. Ia melihat kilasan pedang, mendengar jeritan, merasakan *kepedihan* kehilangan. (Mereka mencari petunjuk tentang masa lalu mereka. Mencari artefak, mengunjungi kuil-kuil kuno, berbicara dengan orang-orang yang tampaknya menyimpan rahasia.) Mereka menemukan sebuah kitab kuno yang menceritakan kisah mereka. Kisah cinta terlarang, intrik, dan balas dendam. *TERNYATA*, dalang dari semua itu adalah seorang kasim istana yang haus kekuasaan. (Konfrontasi dengan reinkarnasi kasim itu. Ia sekarang seorang pengusaha kaya raya dan berkuasa. Namun, Lian dan Wei tidak berniat membalas dendam dengan cara yang sama.) Lian menghadapinya dengan tenang, menatapnya dengan mata yang penuh pengampunan. "Dulu, kau merenggut nyawaku dan cintaku. Sekarang, aku bebaskan dirimu dari karma burukmu. *KEHENINGAN* adalah balas dendamku." Wei hanya tersenyum. Ia tahu, pengampunan Lian adalah hukuman terberat bagi pria itu. Kebenciannya hancur berkeping-keping di bawah tatapan Lian. (Scene penutup: Lian dan Wei berdiri di bawah pohon persik yang sedang mekar. Mereka berpegangan tangan. ) "Apa yang akan terjadi selanjutnya?" tanya Wei. Lian tersenyum misterius. "Dulu... kau pernah berjanji..." *(Bisikan angin membawa suara lirih dari masa lalu: *"Aku akan menunggumu… sampai akhir zaman…"*)*
You Might Also Like: 180 Fakta Menarik Moisturizer Ringan

OlderNewest

Post a Comment