Tangisan Yang Menjadi Nafasku

Baiklah, inilah kisah pendek yang kamu minta: **Tangisan yang Menjadi Nafasku** Kabut lavender menyelimuti Danau Bulan Sabit, tempatku menemukan kedamaian di dunia ini. Aku terlahir kembali sebagai Lian, putri bungsu Jenderal Agung, namun ingatan samar tentang kehidupan lampau selalu menghantuiku. Mimpi tentang *pedang berlumuran darah*, tentang tatapan *penghianatan* yang membekas di jiwa. Dahulu, aku adalah Mei, seorang tabib istana yang dikenal karena keahlian dan kesetiaannya. Aku mencintai Kaisar Ying, seorang pria yang kukira adil dan bijaksana. Tapi cinta membuatku buta. Aku tidak melihat ambisi gelap yang membara di matanya, atau bisikan *ular berbisa* yang meracuni hatinya. Lama kelamaan, bayangan masa lalu semakin jelas. Aku ingat sel gelap, rasa sakit pengkhianatan, dan suara Kaisar Ying yang dingin, "Mei, pengkhianatanmu tidak bisa dimaafkan." Tuduhan palsu. Cinta yang dibalas dengan kematian. Di kehidupan ini, aku melihatnya. Jenderal Wei, panglima perang yang haus kekuasaan, dengan senyum licik yang sama dengan *tatapan penghianat* itu. Instingku berteriak. Dia adalah dalang di balik kejatuhanku dulu, orang yang menyuap saksi dan memfitnahku demi ambisinya. Aku memiliki kekuatan sekarang. Aku Lian, putri Jenderal Agung. Aku bisa memanipulasi, merencanakan, tanpa mencoreng tanganku dengan darah. Balas dendamku tidak akan berbentuk pedang, tapi keputusan. Ketika Kaisar, seorang pria muda yang baik hati, memintaku memilih pendamping hidup, aku tersenyum lembut. Jenderal Wei menatapku penuh harap, *arogansi terpancar dari wajahnya*. Aku menunjuk seorang cendekiawan muda, seorang pria yang jujur dan setia, yang kelak akan menjadi penasihat Kaisar, meredam ambisi Wei selangkah demi selangkah. Aku melihat kekecewaan di mata Wei, kemarahan yang dipendam. Aku tahu, di dunia ini, *keadilan telah ditegakkan*. Bukan dengan darah, tapi dengan takdir yang diubah. Saat bulan purnama menyinari Danau Bulan Sabit, aku berbisik pada angin, "Aku menunggu saatnya, Wei. Waktu akan membuktikan, kebenaran akan terungkap, meski butuh seribu tahun!"
You Might Also Like: 5 Rahasia Mimpi Masuk Rumah Penyu Simak

Post a Comment